LOGIN ADMIN / OPERATOR
FOTO KEPALA SEKOLAH

Sunardi, S.Pd, M.Pd.
NIP. 19690305 199802 1 003

LAUNCHING KELAS POLYTRON PERTAMA DI INDONESIA
Ditulis oleh : Joko Tia Setiawan, S.Pd - Bidang :

27 Desember 2017 - 18:42:57 WIB


PATI -  Keberadaan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Tengah belum sepenuhnya dapat menjawab tantangan dunia kerja.

Hal itu lantaran masih banyak SMK yang memberikan porsi besar pembelajaran teori. ”Proses pembelajaran praktik di SMK harus lebih besar dibanding teori.

Untuk itu, kelas industri di SMK perlu dikembangkan oleh seluruh SMK,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah Sulistyo saat berkunjung ke Pati, kemarin. Dia hadir ke Pati untuk meresmikan kelas indutri di SMK Negeri 1 Cluwak.

Kelas tersebut khusus untuk program keahlian teknik elektronika industri. SMK Negeri 1 Cluwak menggandeng perusahaan elektronik terbesar di Indonesia, PT Hartono Istana Teknologi (HIT) Kudus, untuk program tersebut. Sulistyo mengutarakan, program kelas industri di Jawa Tengah perlu dipacu.

Mengingat, provinsi ini memiliki jumlah SMK yang relatif banyak. Dia menyebutkan, di Jawa Tengah terdapat 1.568 SMK. Jumlah tersebut terdiri atas 235 SMK negeri dan 1.333 SMK swasta. Dari sekian SMK itu, membuka 96 program keahlian dari 148 program keahlian di tingkat nasional.

”Kami berharap setiap SMK melakukan perluasan akses jaringan, terutama dengan kalangan industri. Sebaliknya, kalangan industri silakan memilih SMK mana yang akan diajak bersinergi,” katanya.

Dia menambahkan, peningkatan kualitas SMK berikut lulusannya menjadi keharusan. Hal itu sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

Bonus Demografi

Peningkatan kualitas SDM, lanjut Sulistyo, menjadi prioritas pemerintah lantaran Indonesia bakal memasuki bonus demografi. Pada 2045, jumlah tenaga kerja produktif di negeri ini akan meledak. ”Kalau tidak dikelola dengan baik maka bonus demografi bisa menjadi bencana.

Akan tetapi kalau terkelola dengan baik, Indonesia akan jauh lebih maju dari sekarang,” tandasnya. Kepala SMK Negeri 1 Cluwak Sunardi mengemukakan, kelas industri bukan hal baru di lembaganya.

Sebelumnya, kelas industri untuk program keahlian teknik sepeda motor juga telah dibuka dengan menggandeng industri otomotif. ”Kalau kelas industri Polytron dengan PT HIT ini memang baru kali pertama di Indonesia. Karena sebelumnya PT HIT belum pernah membuka kelas industri di SMK,” paparnya.

Dia menjelaskan, meskipun SMK Negeri 1 Cluwak merupakan sekolah pinggiran karena letaknya berada di wilayah perbatasan Pati dengan Jepara, namun kualitasnya terjaga.

Bahkan, upaya peningkatan mutu, mulai dari SDM, lembaga, hingga lulusannya selalu dilakukan. SMK yang memiliki tiga program keahlian ini dipercaya Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai sekolah model yang mengembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan internal (SPMI).(H49-48)

diambil dari Suara Merdeka : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/22448/SMK-Didorong-Perbanyak-Kelas-Industri

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana tampilan Website ini? Menurut Anda, Bagaimana isi dari Website ini?
Sangat Berbobot
Berbobot
Kurang Berbobot
Tidak Berbobot

HASIL POLLING
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA SEKOLAH TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 35576 kali